Game Level 1 Bunda Sayang Komunikasi Produktif #day13

Sebenarnya hari ini saya bisa dibilang gagal berkomprod ke anak, karena lagi kesal dengan satu hal yaitu air yang lagi mati di rumah 😅, emak jadi gak bisa ngapa-ngapain karenanya. Seharian rasanya badmood 😩. Artinya perasaan emak juga bisa bergantung dengan suasana di lingkungan sekitarnya. Iya gak sih? Ada yang pernah merasakan hal yang sama dan hampir hampir mirip?

Tapi tidak ada yang bisa disyukuri hari ini walaupun tidak maksimal berkomprod sih, seperti masih bisa menjaga kewarasan untuk tetap terenyuh melihat si kecil, tentu saja menahan amarah saat dia mulai ngeselin menjambak ranbut emaknya. Maklum saat ini za lagi senang senangnya manjatin saya. Ampek rambut ditarik tarik rasanya sakit sekali. Sudah memakai alasan sakit sambil nangis nangis, eh malah dianggap lucu ama doi, semakin tertawalah dia, semakin pecahlah tawanya. Akhirnya jalan satu satunya adalah menggelitik. Gemessh sih ya… Gemesh karena sakit, tapi yasudahlah ..

Apa yang bisa saya tarik kesimpulan dari hari ini? Boleh kesal tapi tidak melampiaskan kekesalan tersebut ke anak.

#hari13

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Iklan

Game level 1 bunda sayang komunikasi produktif #day12

Hari ini za kedatangan tamu teman sebayanya, anak dari mba phalupie alias 2G Gian Geni.

Seharian main bersama, walau terkadang disisipi oleh egoisme antara anak, ya namanya juga anak anak, but its okeh.

Lalu ingin bercerita mengenai aktifktas mereka selama seharian ini? Uhmmm sepertinya tidak, saya hanya ingin mengevaluasi apa yang belum tercapai sama sekali di game level 1 ini hingga tantangan hari ke 12 berlangsung.

✅ refleksi pengalaman : sebelumnya za sudah pernah berkomprod dengan emaknya untuk kaidah ini, tapi sepertinya hanya berlaku pada hari itu saja, berikutnya kaidah tersebut tak tercentang lagi 🤦

✅ gantilah nasehat menjadi refleksi pengalaman : lebih parah lagi kaidah ini belum terlaksana sama sekali

✅ empati : hanya berhasil di hari ke 3. Selanjutnya tidak ada follow up hikzzz

✅ ganti perintah dengan pilihan : hanya tercapai 2 kali

✅ observasi : sama sekali tidak tercapai. Huhuhu..

Lalu timbul pertanyaan mengapa beberapa kaidah jarang terpegang alias terealisasi?

Awalnya saya berpikir bahwa ini hanya karena saya lupa untuk mencatat apa yang kemudian menjadi hal penting dari komprod saya sehari hari dengan za. Tapi ternyata karena kebiasaan yang sebelumnya terbentuk, membuat saya lupa untuk mengaplikasikannya.

Contohnya seperti kaidah refleksi pengalaman dan gantilah nasehat menjadi refleksi. Betapa tidak saya sering mengatakan hal yang melanggar kaidah komprod. Menumpahkan air mungkin, tapi tidak saya sertai dengan nasehat refleksi. “dek gak boleh numpah numpahin air ah” begitu bentuk kalimat saya seperti biasanya. Tetapi tidak menggunakan kaidah komprod yang benar.

Contohnya lagi saat dia terjatuh atau menangis. Saya hanya memeluknya lalu mengucap cupcupcup walau seringnya berkata “mana yang sakit nak?” “ohhh sakit yah dek?”.. Atau apakah sebenarnya saya sudah berhasil mengaplikasinnya tanpa saya sadari 😅

Itulah beberapa contoh yang mampu saya gambarkan malam ini. Beberapa hari terakhir ini, saya akan lebih banyak melakukan evaluasi pd diri saya.

Terimakasih.

#hari11

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Game level 1 bunda sayang komunikasi produktif #day11

Alhamdulillah sudah sampai pada tantangan ke 11 hari ini, rasanya hanya ingin berucap banyak terimakasih karena sudah diberi kesempatan untuk menyelesaikan tantangan, ditengah kesibukan berorganisasi dan mengurus domestik juga keluarga.

Hari ini bahagia karena bisa melihat za semakin terampil saat diberi instruksi. Artinya emaknya juga semakin terampil dong hahahha, Seperti misalnya membuang sampah pada tempatnya, dan memiliki inisitatif untuk mengambilkan sajadah saat melihat orang tuanya bergegas untuk sholat.

Honestly emak malam ini sedang berkutak dengan yang namanya laporan, tetapi tidak menyurutkan keinginan emak untuk tetap melaporkan tantangan hari ini, tidak ingin semuanya menjadi sia sia.

Saya sadar bahwa masih ada beberapa kaidah lain yang belum saya terapkan, sehingga saya selalu berharap semoga hari esok akan lebih baik lagi.

Sampai bertemu ditantangan selanjutnya ..

#hari11
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Game level 1 bunda sayang komunikasi produktif #day11

Alhamdulillah sudah sampai pada tantangan ke 11 hari ini, rasanya hanya ingin berucap banyak terimakasih karena sudah diberi kesempatan untuk menyelesaikan tantangan, ditengah kesibukan berorganisasi dan mengurus domestik juga keluarga.

Hari ini bahagia karena bisa melihat za semakin terampil saat diberi instruksi. Artinya emaknya juga semakin terampil dong hahahha, Seperti misalnya membuang sampah pada tempatnya, dan memiliki inisitatif untuk mengambilkan sajadah saat melihat orang tuanya bergegas untuk sholat.

Honestly emak malam ini sedang berkutak dengan yang namanya laporan, tetapi tidak menyurutkan keinginan emak untuk tetap melaporkan tantangan hari ini, tidak ingin semuanya menjadi sia sia.

Saya sadar bahwa masih ada beberapa kaidah lain yang belum saya terapkan, sehingga saya selalu berharap semoga hari esok akan lebih baik lagi.

Sampai bertemu ditantangan selanjutnya ..

#hari11
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Game level 1 bunda sayang komunikasi produktif #day10

Yeaay, akhirnya sampai juga di tantangan hari ke 10, tidak terasa tapi semangat masih terus ON untuk memperbaiki kesalahan kemarin dalam mengaplikasikan kaidah komprod, so ini bukanlah yang terakhir insyaallah. Hitung hitung bisa terbiasa menulis setiap hari, minimal bisa mengambil manfaatnya dari situ, ala bisa karena biasa kan .. Bukan karena ingin mengejar badge.

Anyway hari ini saya ingin bercerita bagaimana za menemani hari emaknya spt hari hari yang lain saat emak sedang ada acara kopdar, pasti bocah selalu ngekor.

Kenapa saya senang mengajak za ikut ke acara kopdar? Agar ia bisa dan terbiasa bertemu dengan orang orang baru, juga karena za anaknya lebih supel dibanding emaknya. Baru kenal aja dia udah nyodorin yoghurt ke tante tante buat dibukain 🤦. Za za emak banyak belajar dari kamu dek bahwa ngapain kita harus takut atau segan dengan seseorang yang masih baru kita kenal.

Saya mengenal za sebagai anak yang tangguh, begitu saya mengajarinya. Gimana tangguhnya? Bukan yang mewah mewah banget yah … Tapi cukup dia gak rewel saat dan sesudah diajakin motor motor an dengan jarak yang cukup jauh, ia sudah tergolong tangguh menurut ku. Sehingga saya berucap terimakasih kepadanya hari ini karena selama ini sudah diajakin motor motor an tapi za selalu mau menerima kondisinya dengan motor butut kami.

“oooo anak hebat sudah mau nemeniin unda”

#hari10

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Game level 1 bunda sayang komunikasi produktif #day9

Tantangan hari ke 9 dengan dibekali rasa kantuK teramat sangat saat menuliskannya kembali ke dalam tulisan 🤣 sambil menunggu bocah yang enggan beranjak ke tempat tidur alias belum ngantuk 😩. Anyway Tinggal selangkah lagi bagi yang ingin bernafas sejenak, mengambil nafas usai tantangan hari ke 10 hingga bertemu dengan tantangan selanjutnya. Entah semoga bisa istiqomah hingga akhir yes …

Hari ini pengen berbagi permainan yang kami lakukan (saya dan za). Permainan ini sangat gampang dibuat, yang dibutuhkan hanya kertas kosong, puzzle beberapa bentuk dan warna yang berbeda, pensil untuk menjiplak bentuk puzzle dan Juga pensil warna. Tujuan dari permainan ini untuk mengajarkan anak tentang Aneka warna dan juga bentuk. Karena tidak memiliki puzzle yang terdiri dari warna dasar, merah, kuning dan biru, maka emak pun memakai warna apa yang ada saja, pink (merah jambu), hijau, kuning, ungu. Agar kertas ini bisa dipakai lagi, karena anak anak usia za kan masih suka iseng tuh nyobek2in kertas, maka sqya plastikin agar tidak murah rusak

Nah cara memainkannya adalah mintalah anak untuk memilih dan menaruh puzzle sesuai dengan warna dan bentuknya. Disini kita juga bisa mengapresiasi keberhasilan anak saat Ia berhasil mengikuti instruksi kita, kaidah komprod berlaku saat memberi instruksi satu persatu, agar tidak terjadi kebingungan pada anak. Support anak saat ia mulai kebingungan menaruh puzzle, dan tidak marah marah saat anak salah dalam meletakkannya 🤣, namanya juga bermain sambil belajar. Terakhir dan jika permainan ini tidak dilirik lagi alias hanya bertahan dalam beberapa menit, ojo nesu2 ya mak. Namanya juga anak tingkat konsentrasi nya pada suatu hal masih butuh berkembang.

Sekian laporan kali ini, bentuk permainanya sepertu apa, tinggal lirik gambar berikut ini :

Ps : untuk gambar permainan sepertinya belum bisa terupload. Huhuhu. . Nanti akan diposting blog ini secara terpisah.

#hari9

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Game level 1 bunda sayang komunikasi produktif #day8

Memasuki hari ke delapan tantangan hari ini, membuat keinginan emak menjadi lebih baik semakin berada di ubun ubun. Entah, semakin besarnya za maka semakin besar pula kesabaran yang perlu emak bentuk. Dan disinilah emak kudu memahami dan merealiasikannya bukan dalam bentuk kesempurnaan versi emak, melainkan dari sudut pandang si kecil. Intinya emak pengen jadi lebih baik aja, titik. Sehingga pada hari ini, emak berusaha untuk bisa mengganti mood emak yang kira kira akan menjadi buruk berubah jadi senyum misalnya.

Well, kaidah komprod memang efektif membuat anak memahami apa yang disampaikan emaknya. Seperti saat za membuka sendalnya selepas bepergian di luar bersama emak sore tadi aka melepas sendalnya di teras rumah tapi bukan di tempat yang seharusnya. Emak mencoba untuk mengetes mana kalimat yang mungkin akan berhasil diterima oleh za, dan mana yang gagal. Oke percobaan pertama emak bilang “dek sendalnya kok ditinggal disini, ambil dan bawa ke sana”, terlihat ia sedang ogah ogahan mengikuti instruksi. Artinya emak gagal.

Lalu percobaan ke dua “dek sendalnya diambil gih dek”, dan akhirnya berhasil, ia pun membawa sendalnya dengan diakhiri instruksi emak “nah taruh disini”. Semua jadi lebih efektif dan efisien di kalimat ke dua. Pertama instruksi nya lebih simple, padat dan jelas, kedua emak gak perlu capek capek mengeluarkan kata kata mutiara, selebihnya anakpun juga tidak sungkan sungkan untuk melakukan apa yang sudah diinstruksikan oleh emaknya.

Hari ini emak juga menemani si kecil berkeliling komplek dan bertemu dengan orang orang yang baru dikenal. Za sangat senang sekali. Seperti biasa anaknya tidak punya rasa sungkan sedikitpun bertemu dengan Orang orang baru.

Dan Hari ini saya memahami bahwa disaat saya sedang kesal, maka yang perlu saya ganti adalah mimik wajah saya untuk lebih banyak tersenyum.

#hari8

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional